Headlines News :
Home » » Persiapan Mepet, Target pun Meleset

Persiapan Mepet, Target pun Meleset

Written By Unknown on Minggu, 28 Juli 2013 | 18.37



Lolos ke 12 besar menjadi pencapaian terbaik, dengan persiapan mepet yang dilakukan PSIS.

TARGET kembali ke kompetisi kasta tertinggi hampir dipastikan gagal dicapai. PSIS pun harus membayar mahal start lambat saat meramu tim menuju kompetisi Divisi Utama 2013.
     Dari tiga pertandingan di babak 12 besar, Laskar Mahesa Jenar belum juga meraih kemenangan sehingga berada di posisi juru kunci Grup B. Bahkan, target juara Grup II yang dicanangkan di awal musim juga gagal tercapai.
     Jika merunut ke belakang, mepetnya persiapan yang dilakukan PSIS menjadi salah satu penyebab kegagalan musim ini. Firmandoyo baru melakukan seleksi pemain pada awal Desember 2012.
     Bandingkan dengan Persikabo dan PSCS Cilacap—dua wakil Grup II di babak 12 besar—yang sudah memersiapkan tim sejak bulan Oktober. Bahkan, PSCS sudah melakukan deal dengan pemain lokal pada pertengahan November 2012, di saat PSIS masih sibuk mencari pelatih.
     Hasilnya, sejumlah pemain bidikan gagal merapat. Perburuan pemain asing juga tak sesuai target. Emile Linkers yang diharapkan bisa menjadi sumber gol, akhirnya harus terdepak karena tak mampu memenuhi ekspektasi.
     PSIS memang menggeliat di putaran kedua, tapi itu belum cukup untuk membentuk karakter tim yang kuat. Hal ini juga diakui Manajer Tim PSIS Setyo Agung Nugroho. Menurutnya, penampilan para pemain di 12 besar mengalami antiklimaks. Karakter yang telah dibentuk sejak paruh musim, seolah-olah luntur saat menghadapi lawan-lawan yang lebih tangguh.
     “Sebagai manajer, saya bertanggung jawab atas hasil kurang baik ini. Saya tidak akan mencari kambing hitam. Kini, masih ada putaran kedua. Tugas kami adalah mencari jalan agar PSIS dapat tetap berkiprah hingga musim selesai,” tandasnya.
Terlepas dari hasil kurang memuaskan di putaran pertama 12 besar Divisi Utama PT Liga Indonesia (PT LI) 2012/2013, ini adalah capaian terbaik sejak terdegradasi musim 2008/2009. Sebelumnya, pencapaian terbaik PSIS hanya mampu finis di papan tengah penyisihan grup.
Selain itu, manajemen yang mandiri tanpa bantuan APBD pemerintah setempat juga menjadi nilai tambah tersendiri. Bahkan, mereka mampu menggandeng sejumlah sponsor untuk membiayai operasional tim sepanjang mengarungi kompetisi.
Bagaimanapun, impian untuk kembali berlaga di kompetisi Indonesia Super League masih tetap terjaga. Tapi, jika masih saja mengulang kesalahan yang sama, asa itu akan selamanya hanya sebatas mimpi. (twu)

(HARSEM)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas SAHID
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. BREAKING NEWS - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas SAHID